Sinetron, Oh Sinetron!

(Originally written on March, 25th 2011)
Edan!

Beberapa waktu yang lalu seorang teman menceritakan dialog dari sebuah sinetron antara seorang wanita yang sedang berkonsultasi kepada seorang dokter, saya tidak hapal benar dialognya karena saya tidak menonton langsung. tapi kira-kira begini:

wanita : “Dok, kok saya bisa hamil lagi? padahal rahim saya dulu sudah diangkat?”
dokter : “Ya, mungkin saja Bu, karena dulu yang diangkat adalah rahim ibu yang satunya.”

Oke, bisa saja pembuat dialog salah mengartikan, mungkin yang Ia maksud adalah ovarium, yang memang ada dua buah. Atau mungkin wanita itu memiliki uterus bikornis (memiliki rahim yang terbentuk sebagai dua ruangan terpisah sama sekali) tapi tetap saja terdengar aneh.

Kemudian imajinasi saya melayang, membayangkan ketika saya harus mengedukasi seorang ibu muda yang bahkan belum mempunyai anak tapi harus diangkat rahimnya karena suatu hal, Kebetulan ibu tersebut gemar menonton sinetron yang dimaksud

saya : “Ibu, kanker yang menyerang rahim Ibu sudah sangat ganas, jadi rahim Ibu harus diangkat seluruhnya untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.”

ibu itu : “yasudah diambil saja, toh saya masih bisa hamil dengan rahim saya yang satunya, gitu aja kok repot?”

saya : ???????? @_@

Sudah lama saya hampir melupakan tentang hal ini sampai saya melihat iklan sinetron lain,

adegan pertama : seorang perawat mengambil ‘sesuatu’ dari lengan seorang pria menggunakan jarum suntik

adegan kedua : perawat yang sama memasukkan ‘sesuatu’ yang tadi Ia ambil ke dalam perut seorang wanita

adegan ketiga : seorang Ayah memekik “Anak siapa yang kamu kandung ini??????”

Kesimpulannya sperma dapat diambil menggunakan jarum suntik, dari lengan seorang pria, kemudian apabila disuntikkan ke perut seorang wanita, maka wanita itu akan hamil. Saya merasa adegan tersebut sangat janggal. Ataukah saya yang ketinggalan jaman, sehingga tidak tahu ada teknologi semacam itu?

kembali sya berimajinasi adegan seorang wanita muda, belum menikah, dan hendak ditransfusi darah. Lagi-lagi, wanita itu menonton sinetron yang dimaksud.

wanita muda itu : “pokoknya saya ga mau ditransfusi darah kalo donornya laki-laki, TITIK!”
saya : “Loh, kenapa mbak?”
wanita muda itu : “Nanti saya bisa hamil, lah!”
saya : mungkin jatuh pingsan.

yuk mari kita luruskan beberapa hal yang kita tahu itu salah. Biar bangsa ini ga makin terpuruk. ^_^!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s