Berbagi Pelangi

Sempurna tujuh bias atas sebuah putih,

sebagai jawaban atas doa sang kelabu.

tapak – tapak mungil kian kemari,

hendak mencari tempatmu bersemayam, ujar mereka lugu.

Sepasang jalak berdansa dan berpesta, makan sekenyangnya,

di atas pundak kerbau yang tengah asyik berkubang.

Seolah tak mau kalah, ilalang ikut bergoyang,

ditemani kerumunan katak bersenandung riang.

Dan aku, akulah penikmat sejati.

menghirup aroma tanah basah dan secangkir kopi,

bersandar menyaksikan alamku dalam harmoni,

mengagumi lukisan terindah Sang Ilahi.

Hey Kau, jangan dulu pergi!

tak sadarkah bahwa indah mu yang membuat kami berseri?

sudahkah langit lain menanti? tak dapatkah ia menunggu, barang sebentar lagi?

Dan aku, akulah pencemburu sejati. selalu ingin memilikimu sendiri.

Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s